
Banda Aceh – Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK menjalin sinergi bersama Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dalam rangka persiapan peringatan 20 tahun Tsunami Aceh.
Tim peneliti TDMRC USK melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBA Aceh, Fadmi Ridwan, S.P., M.A., pada Senin, 19 Februari 2024. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur TDMRC USK, Prof. Dr. Syamsidik, dan turut dihadiri anggota tim peneliti, yaitu Dr. Ichsan, M.Sc., Sp.KKLP., Dr. Teuku Alvisyahrin, Dr. Haekal A. Haridhi, Dr. Alfi Rahman, dan Dr. Muhammad Dirhamsyah.
Audiensi ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi dengan pimpinan baru BPBA, tetapi juga menjadi forum koordinasi dan sinkronisasi agenda kegiatan antara TDMRC USK dan BPBA Aceh dalam menyambut peringatan dua dekade tsunami Aceh.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur TDMRC USK menyampaikan sejumlah rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain kajian pemulihan pasca 20 tahun tsunami, seminar series, konferensi internasional AIWEST-DR 2024, penulisan buku 20 tahun tsunami Aceh, serta penyusunan buku infografis mengenai kondisi Aceh dua dekade pascatsunami

.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBA Aceh, Fadmi Ridwan, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bobby Syaputra, S.E., M.Si., turut menyampaikan beberapa agenda strategis BPBA, seperti peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), evaluasi rambu evakuasi, serta rangkaian kegiatan peringatan 20 tahun Tsunami Aceh.
BPBA menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menjadwalkan pertemuan lanjutan secara berkala, sekaligus melibatkan berbagai pihak agar seluruh rangkaian peringatan 20 tahun Tsunami Aceh dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.
Melalui kolaborasi ini, Magister Ilmu Kebencanaan USK bersama TDMRC terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring kelembagaan, mendukung pengurangan risiko bencana, serta memastikan nilai-nilai pembelajaran dari tragedi tsunami Aceh tetap hidup bagi generasi masa depan.







