Magister Ilmu Kebencanaan USK Berkolaborasi dengan TDMRC Dukung Sosialisasi Hibah Riset dan Pengabdian bagi Dosen USK

Group photo session

Banda Aceh – Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) mendukung pelaksanaan kegiatan sosialisasi hibah riset dan pengabdian masyarakat yang diikuti lebih dari 50 dosen di lingkungan USK.

Kegiatan yang berlangsung hampir tiga jam ini dibuka oleh Kepala LPPM USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menarik antusiasme besar dari kalangan dosen dalam meningkatkan kapasitas riset dan pengabdian.

Acara ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang penelitian dan pengabdian, yaitu Dr. Rina Suryani Oktari, Dr. Sulastri, dan Prof. Dr. Mudatsir dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

Dalam sesi pertama, Dr. Rina Suryani Oktari selaku Koordinator Program Studi MIK membagikan pengalamannya meraih hibah kerja sama antara USK dan Griffith University yang didanai penuh oleh Pemerintah Australia melalui program KONEKSI.

Ia mendorong para dosen untuk mempersiapkan diri dan berkompetisi dalam pendanaan KONEKSI tahun 2024.

Menurutnya, pada tahun 2023 penerima hibah masih didominasi perguruan tinggi di Pulau Jawa, sedangkan dari luar Jawa, khususnya Sumatra, jumlah penerima masih sangat terbatas. Ia berharap pada tahun berikutnya semakin banyak perguruan tinggi di luar Jawa yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut.

Paparan mengenai hibah KONEKSI mendapat perhatian besar dari peserta. Hal ini terlihat dari antusiasme dalam sesi tanya jawab, di mana banyak peserta menunjukkan minat untuk mengetahui mekanisme dan peluang pendanaan tersebut.

Narasumber kedua, Dr. Sulastri, menyampaikan materi mengenai Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat sebagai Sumber Dana PTNBH 2024.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga skema pendanaan pengabdian tahun ini, yaitu pengabdian masyarakat berbasis produk dan inovasi (PKMBP), pengabdian masyarakat berbasis gampong binaan, serta pengabdian masyarakat berbasis pembangunan berkelanjutan (PKMBPB).

Sementara itu, narasumber ketiga, Prof. Dr. Mudatsir, memaparkan prosedur penyusunan proposal serta proses evaluasi dan review proposal penelitian PTNBH.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan komponen penting proposal mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, anggaran biaya, jadwal kegiatan, hingga daftar pustaka. Ia juga menekankan bahwa proses evaluasi proposal kini semakin kompetitif dan menuntut kualitas yang lebih baik.

Melalui kolaborasi ini, Magister Ilmu Kebencanaan USK bersama TDMRC berharap kegiatan sosialisasi semacam ini dapat mendorong peningkatan kualitas riset dan pengabdian dosen, memperluas akses terhadap pendanaan kompetitif, serta memperkuat kontribusi akademisi dalam pembangunan masyarakat.