
Banda Aceh – Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Coastal Protection Technology in Japan and Opportunities to Study at Toyohashi University of Technology.”
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Shigeru Kato dari Toyohashi University of Technology (TUT), Jepang, sebagai narasumber utama dan dimoderatori oleh Tursina, S.T., M.T., dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., yang menekankan pentingnya kegiatan ini dalam memperluas wawasan akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional.
Menurutnya, kuliah tamu tersebut tidak hanya memperkaya pemahaman peserta, tetapi juga membuka jalan baru bagi mahasiswa dan peneliti dalam melanjutkan studi, membangun kerja sama riset, serta mengembangkan inovasi teknologi di masa mendatang.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempererat kemitraan antara USK dan Toyohashi University of Technology melalui pertukaran akademik, pengembangan teknologi, dan riset kolaboratif.
Dalam pemaparannya, Prof. Shigeru Kato menjelaskan berbagai strategi kompleks yang diterapkan Jepang dalam menghadapi abrasi pantai, pengelolaan sedimen, serta dampak perubahan iklim terhadap kawasan pesisir.
Ia memaparkan bagaimana Jepang mengintegrasikan struktur keras seperti tanggul laut dan breakwater dengan pendekatan lunak seperti penambahan pasir pantai serta manajemen sedimen.
Pendekatan tersebut dinilai memberikan pembelajaran penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman pesisir dan bencana alam.
Seminar ini juga membahas respons Jepang terhadap tantangan pemanasan global, termasuk kenaikan muka air laut dan meningkatnya intensitas badai yang menjadi isu penting bagi negara-negara maritim.
Prof. Kato menekankan pentingnya membangun struktur perlindungan pantai yang tangguh, sehingga mampu bertahan menghadapi bencana besar tanpa mengalami kerusakan total.
Selain membahas teknologi pesisir, Prof. Kato turut memperkenalkan lingkungan akademik serta peluang studi di Toyohashi University of Technology.
Didirikan pada tahun 1976 dan berlokasi di Prefektur Aichi, Jepang, TUT dikenal unggul dalam bidang ilmu teknologi, khususnya teknik mesin, teknik elektro dan informasi, arsitektur, serta teknik sipil.
Universitas tersebut juga memiliki hubungan erat dengan jaringan KOSEN Colleges dan berkontribusi besar dalam melahirkan insinyur serta peneliti yang kreatif dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa perlindungan pesisir tidak hanya membutuhkan teknologi modern, tetapi juga kerja sama global, inovasi berkelanjutan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Kolaborasi Magister Ilmu Kebencanaan USK bersama TDMRC melalui kuliah tamu ini menegaskan komitmen dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan mutu akademik, serta menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan kebencanaan dan perubahan iklim di masa depan.







