
Banda Aceh, 17 Juni 2025 — Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) turut menerima kunjungan edukatif dari 48 mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra (UNSAM). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Praktik Lapangan (KPL) yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai mitigasi dan manajemen bencana melalui pengalaman langsung di salah satu pusat riset kebencanaan terkemuka di Indonesia, yaitu Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK.
Rombongan mahasiswa disambut oleh staf dan peneliti TDMRC, dengan Dr. Ahmad Nubli Gadeng bertindak sebagai moderator kegiatan. Para peserta didampingi oleh Koordinator Jurusan Geografi UNSAM, Faiz Urfan, S.Pd., M.Pd., bersama lima dosen pendamping lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemaparan mendalam mengenai berbagai program riset yang dijalankan TDMRC, termasuk peran strategis lembaga tersebut dalam pengurangan risiko bencana di Aceh, Indonesia, dan tingkat global.
Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi sejumlah fasilitas unggulan TDMRC, seperti Real-Time Earthquake Laboratory, Shaking Table, dan Tsunami Wave Flume yang digunakan untuk simulasi, pemodelan, dan penelitian kebencanaan.
Selain mengunjungi TDMRC, rombongan mahasiswa UNSAM juga melakukan kunjungan akademik ke Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) USK untuk mengenal lebih dekat pengembangan pendidikan pascasarjana di bidang kebencanaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan USK, Dr. Yunita Idris, S.T., M.Eng.Structure, menyambut langsung para mahasiswa dan memperkenalkan profil program studi, kurikulum, bidang keahlian, peluang riset, serta prospek karier lulusan MIK.
Beliau juga menyampaikan bahwa Program Studi MIK USK hadir sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan kebencanaan melalui pendekatan multidisipliner, berbasis riset, dan berorientasi pada solusi masyarakat.
Dr. Yunita Idris turut mendorong mahasiswa UNSAM agar melanjutkan studi ke jenjang magister setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki minat pada isu lingkungan, geografi, mitigasi bencana, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami membuka peluang bagi generasi muda dari berbagai disiplin ilmu, termasuk geografi, untuk bergabung dan berkembang bersama di Magister Ilmu Kebencanaan USK. Tantangan bencana ke depan membutuhkan SDM unggul yang memiliki kompetensi akademik dan praktik lapangan,” ujarnya.
Koordinator Jurusan Geografi UNSAM, Faiz Urfan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh TDMRC dan Program Studi MIK USK.
“Kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa kami, terutama dalam memahami mitigasi bencana secara langsung sekaligus mengenal peluang studi lanjut di bidang kebencanaan,” ungkapnya.
Bagi Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan USK, kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen dalam memperluas jejaring akademik, memperkenalkan pendidikan kebencanaan kepada mahasiswa lintas kampus, serta mendorong lahirnya calon-calon peneliti dan praktisi kebencanaan masa depan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap kesiapsiagaan bencana dan pembangunan masyarakat yang tangguh.







