
Banda Aceh – Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Divisi Health Crisis and Pandemic Management, Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK menyelenggarakan seminar bertajuk “Ethnography and Behavioral Science in Disaster Management.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Seminar Series ke-28 yang dilaksanakan pada 1 Agustus 2023 di Gedung TDMRC USK. Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas akademisi maupun praktisi dalam menghadapi tantangan bencana serta krisis kesehatan yang semakin kompleks dan multidimensional.
Mengangkat tema “Ethnography and Behavioral Science in Disaster Management,” seminar ini membahas berbagai pendekatan riset dalam manajemen bencana, dengan fokus khusus pada pemanfaatan Machine Learning dan Etnografi sebagai metode yang efektif dalam memahami dinamika kebencanaan.
Dalam forum ini, etnografi dipaparkan sebagai pendekatan penting dalam penelitian kebencanaan dan pascabencana karena mampu memberikan gambaran mendalam mengenai perilaku manusia, interaksi sosial, serta proses adaptasi masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Pendekatan ini menekankan pentingnya memahami faktor sosial dan budaya sebagai bagian integral dalam perencanaan, mitigasi, dan penanganan bencana yang lebih tepat sasaran.
Seminar ini turut menjadi ruang diskusi bagi akademisi, praktisi, peneliti, serta pemerhati kebencanaan untuk bertukar gagasan mengenai perilaku manusia dalam situasi krisis. Peserta diajak melihat bagaimana interaksi sosial, kebiasaan masyarakat, serta nilai budaya dapat memengaruhi respons terhadap bencana.
Melalui kegiatan ini, Magister Ilmu Kebencanaan USK bersama TDMRC berharap peserta memperoleh perspektif baru dan wawasan yang bermanfaat dalam memperkuat strategi manajemen bencana, khususnya yang mengintegrasikan pendekatan sosial, budaya, dan perilaku masyarakat.







