Magister Ilmu Kebencanaan USK Berkolaborasi dengan TDMRC Gelar Pelatihan Enumerator tentang Peran Perempuan dalam Ketangguhan Masyarakat

Pelatihan Enumerator Kajian Peran Perempuan di Kota Banda Aceh dan Kota Ambon dalam Membangun Ketahanan Masyarakat pada 3 Fase Krisis Konflik, Tsunami dan Pandemi Covid-19

Banda Aceh – Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Divisi Pendidikan Kebencanaan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK menyelenggarakan Pelatihan Enumerator bertema peran perempuan di Kota Banda Aceh dan Kota Ambon dalam membangun ketangguhan masyarakat pada tiga fase krisis, yaitu konflik, tsunami, dan pandemi Covid-19.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi internasional bersama Universitas Pattimura di Ambon dan Kyoto University, Jepang. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, pada 15–16 Juli 2023.

Sebanyak 20 mahasiswa USK mengikuti pelatihan ini, dengan dukungan lima narasumber yang memiliki keahlian di bidang masing-masing, yaitu Suraiya Kamaruzzaman, Dr. Budi Ariyanto, Dr. Bokiraiya Latuamury, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si, serta Assoc. Prof. Nishi Yoshimi.

Pelatihan Enumerator Kajian Peran Perempuan di Kota Banda Aceh dan Kota Ambon dalam Membangun Ketahanan Masyarakat pada 3 Fase Krisis Konflik, Tsunami dan Pandemi Covid-19

Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan menjadi enumerator yang baik dalam proses pengumpulan data lapangan. Materi yang diberikan mencakup etika wawancara, teknik komunikasi dengan narasumber, strategi mengarahkan percakapan secara efektif, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses survei berlangsung.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman dasar mengenai isu gender sebagai bagian penting dalam memperkaya perspektif penelitian, khususnya dalam melihat kontribusi perempuan dalam membangun ketangguhan masyarakat di tengah berbagai situasi krisis.

Melalui kegiatan ini, Magister Ilmu Kebencanaan USK bersama TDMRC berharap mahasiswa mampu meningkatkan kapasitas riset lapangan, memperluas wawasan tentang gender dan kebencanaan, serta berkontribusi dalam pengembangan kajian ketangguhan masyarakat berbasis data dan pengalaman lokal.