Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala Hadiri dan Berkontribusi dalam AIWEST-DR 2025 di London

Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) turut ambil bagian dalam pelaksanaan The 17th Aceh International Workshop and Expo on Sustainable Disaster Recovery (AIWEST-DR 2025) yang diselenggarakan di University College London (UCL), Inggris, pada 20–22 Agustus 2025. Kegiatan internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara University College London (UCL), Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, dan TU Delft Belanda, serta didukung berbagai institusi global di bidang kebencanaan.

Konferensi bergengsi ini dipimpin oleh Prof. Tiziana Rossetto, akademisi dari Faculty of Engineering Sciences UCL dan TU Delft. Sehari sebelum pembukaan acara, pimpinan penyelenggara AIWEST-DR 2025, yakni Prof. Tiziana Rossetto dan Prof. Syamsidik, bersama para pembicara serta peserta, melakukan kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Inggris Raya. Delegasi diterima langsung oleh Prof. Agus Mochammad Ramdan, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London.

Selain UCL, TDMRC USK, dan TU Delft, AIWEST-DR 2025 juga diselenggarakan bersama International Research Institute of Disaster Science (IRIDeS) Tohoku University Jepang, University of Sydney Australia, National Defence University of Malaysia (UPNM), serta Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini turut memperoleh dukungan dari UNESCO Chair on Disaster Risk Reduction and Resilience Engineering.

AIWEST-DR 2025 menghadirkan 79 presentasi ilmiah, dengan 55 presentasi dilakukan secara luring, dan diikuti peserta dari 17 negara. Jepang menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, disusul Indonesia.

Pembukaan resmi konferensi dilakukan oleh Prof. Agus Mochammad Ramdan selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London. Sambutan juga disampaikan oleh Prof. Tao Cheng, Vice Dean International Faculty of Engineering Sciences UCL. Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan apresiasi kepada UCL, TU Delft, dan London South Bank University atas kerja keras dalam mempersiapkan AIWEST-DR 2025 sejak awal tahun 2025. Sambutan tersebut disampaikan secara daring.

Dalam rangkaian keynote speech, hadir sejumlah pakar dunia, antara lain:

  • Prof. Helene Joffe (UCL)
  • Prof. Ella Meilianda (TDMRC USK)
  • Prof. Shinichi Kuriyama (IRIDeS Tohoku University)
  • Prof. Nizam (UGM)
  • Prof. Dwikorita Karnawati (BMKG Indonesia)
  • Prof. Yasemin Diktas (UCL)

Dalam paparannya, Prof. Ella Meilianda menyampaikan hasil riset mengenai perubahan morfologi pesisir Aceh pasca tsunami 2004 serta dampak penurunan muka tanah di kawasan pesisir Aceh Singkil terhadap masyarakat setempat.

Hari kedua konferensi diisi sesi teknis yang menampilkan berbagai temuan riset dari Indonesia, Jepang, Inggris, Peru, Yunani, Malaysia, Chile, Tiongkok, dan India. Pada hari yang sama, peserta juga mengikuti field trip ke Crossness Pumping Station Museum, salah satu situs bersejarah di tepi Sungai Thames yang menjadi simbol keberhasilan London mengatasi krisis sanitasi pada abad ke-19.

Memasuki hari ketiga, keynote speech dibuka oleh Prof. Dwikorita Karnawati, yang memaparkan perkembangan sistem peringatan dini tsunami Indonesia dan kontribusinya bagi negara-negara di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik. Selanjutnya, Prof. Yasemin Diktas membahas hasil riset kelompoknya terkait gempa besar di Turkiye.

Pada hari terakhir juga digelar sesi khusus SATREPS JICA Project bertajuk Building Sustainable System for Resilience and Innovation in Coastal Community (BRICC) yang dipimpin oleh Prof. Anawat Suppasri (IRIDeS Tohoku University) dan Dr. Rina Suryani Oktari dari TDMRC USK.

Dalam penutupan konferensi, diumumkan bahwa AIWEST-DR 2026 akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand, dipimpin oleh Chulalongkorn University bekerja sama dengan Earthquake Research Center of Thailand (EARTH).

Kontribusi Magister Ilmu Kebencanaan USK

Sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional dan kontribusi akademik global, Magister Ilmu Kebencanaan USK turut berperan aktif melalui kehadiran dosen, peneliti, dan pimpinan program studi dalam forum ini. Salah satu delegasi yang hadir adalah Dr. Yunita Idris, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan USK.

Delegasi USK yang hadir secara langsung berjumlah tujuh orang, yaitu:

  • Prof. Syamsidik – Kepala TDMRC USK
  • Dr. dr. Syafrizal – Dekan Fakultas Kedokteran USK
  • Prof. Ella Meilianda – Kepala Divisi DRM TDMRC USK
  • Dr. Rina Suryani Oktari – Kepala Divisi Pendidikan Kebencanaan TDMRC USK
  • Dr. Yunita Idris – Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan USK
  • Dr. Dedi Alfian – Peneliti TDMRC USK
  • dr. Masna Dewi Abdullah, Sp.Rad(K), M.SK – Dosen Fakultas Kedokteran USK

Selain partisipasi luring, 15 peneliti lainnya dari TDMRC USK juga mempresentasikan karya ilmiahnya secara daring.

Momentum Strategis bagi Pendidikan Kebencanaan

Partisipasi dalam AIWEST-DR 2025 menjadi bukti nyata komitmen Magister Ilmu Kebencanaan USK dalam memperkuat pendidikan, riset, dan kolaborasi internasional di bidang pengurangan risiko bencana. Forum ini sekaligus mendukung implementasi Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan:

  • SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 14: Ekosistem Laut
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Keikutsertaan ini mempertegas posisi Magister Ilmu Kebencanaan USK sebagai program studi unggulan yang aktif mendorong inovasi dan kolaborasi global dalam mewujudkan masyarakat tangguh bencana.