
Banda Aceh — Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) mendukung pelaksanaan kegiatan edukasi kebencanaan dan simulasi gempa bumi serta tsunami yang diselenggarakan oleh UKM FASTANA (Facilitator Tangguh Bencana), unit kegiatan mahasiswa binaan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, di HS Academy English & Character School pada Selasa, 3 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti oleh 47 siswa dan 15 guru, serta didampingi langsung oleh Kepala Sekolah HS Academy, Ibu Yana Zahra, S.Pd. TDMRC diwakili oleh Ismiatul Ramadhian Nur, peneliti dari Klaster Pendidikan Kebencanaan, bersama tujuh mahasiswa FASTANA yang bertugas sebagai fasilitator dalam kegiatan edukasi tersebut.
Pada sesi awal, para siswa dikenalkan dengan pemahaman dasar mengenai bencana, jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, serta pentingnya kesiapsiagaan sejak usia dini. Materi disampaikan menggunakan pendekatan interaktif dan ramah anak, sehingga peserta dapat memahami konsep kebencanaan secara sederhana dan menyenangkan.
Selanjutnya, siswa diajak mempelajari langkah-langkah dasar menghadapi situasi darurat, seperti cara melindungi diri saat terjadi gempa bumi serta pentingnya tetap tenang dan mengikuti arahan orang dewasa.
Kegiatan ditutup dengan simulasi gempa bumi dan tsunami, di mana para peserta mempraktikkan prosedur evakuasi secara tertib dan aman di bawah arahan para fasilitator. Antusiasme siswa terlihat tinggi selama simulasi berlangsung, terutama saat mengikuti arahan penyelamatan diri dan evakuasi menuju titik aman.
Ismiatul Ramadhian Nur selaku alumni mahasiswa MIK menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan sejak usia dini merupakan bagian penting dalam membangun budaya sadar risiko di masyarakat.
“Edukasi kebencanaan untuk anak-anak tidak cukup hanya mengenalkan apa itu bencana. Yang lebih penting adalah menanamkan keberanian, ketenangan, dan refleks yang tepat sejak dini, sehingga mereka siap merespons dengan baik saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah HS Academy, Ibu Yana Zahra, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Mereka belajar tentang bencana dengan cara yang menyenangkan sekaligus mendapatkan pengalaman langsung melalui simulasi,” tuturnya.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan USK, Dr. Yunita Idris, S.T., M.Eng.Structure, turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurut beliau, edukasi kebencanaan di sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi tangguh bencana.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari pembelajaran berbasis praktik, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga mampu berkontribusi langsung kepada masyarakat.
Bagi Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan USK, kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan organisasi mahasiswa dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sejak usia dini.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen TDMRC USK dalam memperluas pendidikan kebencanaan berbasis sekolah serta mendorong mahasiswa sebagai agen edukasi kebencanaan di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok anak usia dini di wilayah rawan bencana.







