Magister Ilmu Kebencanaan USK Berkolaborasi dengan TDMRC Dukung Peluncuran PREPARED Tool untuk Kesiapsiagaan Psikologis Bencana

Banda Aceh – Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK mendukung pengembangan kesiapsiagaan masyarakat melalui pendekatan psikologis lewat proyek Psychological Preparedness atau PREPARED Project.

Dalam upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat, kesiapan fisik selama ini sering menjadi fokus utama. Namun, kesiapsiagaan psikologis memiliki peran yang tidak kalah penting. Tingkat kesiapan mental yang baik terbukti berkaitan dengan kesiapan fisik yang lebih optimal, kemampuan mengelola stres pascabencana, serta menurunkan risiko gangguan kesehatan mental setelah bencana.

Meski demikian, kajian mengenai kesiapsiagaan psikologis bencana masih sangat terbatas, khususnya dalam konteks Indonesia.

PREPARED Project merupakan kolaborasi antara Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, TDMRC Universitas Syiah Kuala, dan Poltekkes Kemenkes Mamuju. Program ini didanai oleh Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme yang dikelola Australia Awards in Indonesia.

Proyek ini bertujuan memahami konsep kesiapsiagaan psikologis masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana. Melalui serangkaian kajian literatur, tim peneliti berhasil mengidentifikasi 15 faktor utama yang menjadi aspek kesiapsiagaan psikologis masyarakat Indonesia.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan alat ukur kesiapsiagaan psikologis bernama PREPARED Tool, yang menjadi instrumen pertama di Indonesia untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan psikologis masyarakat terhadap bencana.

Instrumen ini kemudian diuji coba di tiga wilayah, yaitu Kota Banda Aceh, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Mamuju. Uji coba berhasil menjangkau 704 responden, termasuk kelompok rentan, serta memberikan gambaran awal mengenai tingkat kesiapsiagaan psikologis masyarakat di ketiga daerah tersebut.

Sebagai penutup rangkaian proyek, diselenggarakan webinar untuk memaparkan hasil penelitian, pembelajaran yang diperoleh, serta sosialisasi resmi PREPARED Tool kepada publik dan pemangku kepentingan.

Peluncuran PREPARED Tool dibuka oleh perwakilan Kedutaan Besar Australia, Sarah Stein, selaku Acting Counsellor Development Effectiveness and Sustainability.

Peresmian dilakukan bersama pimpinan tiga institusi mitra proyek, yaitu Rahmat Hidayat, Ph.D selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM, Prof. Syamsidik selaku Direktur TDMRC USK, serta H. Andi Salim, M.Kes selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Mamuju.

Sesi pemaparan materi turut menghadirkan Divisi Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diwakili Firza, serta Dr. Pradytia Putri Pertiwi selaku ketua tim PREPARED Project yang menjelaskan proses dan hasil pengembangan kesiapsiagaan psikologis bencana dalam konteks Indonesia.

Kegiatan ini juga direspons oleh perwakilan BPBD dari Mamuju, Kota Banda Aceh, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peluncuran PREPARED Project diikuti lebih dari 80 peserta daring dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini juga menyediakan fasilitas tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk peserta penyandang disabilitas tuli.

Melalui kolaborasi ini, Magister Ilmu Kebencanaan USK bersama TDMRC terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi kebencanaan berbasis ilmu pengetahuan, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat secara holistik, serta menghadirkan pendekatan inklusif dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia.