Magister Ilmu Kebencanaan USK dan TDMRC Gelar Guest Lecture Bahas Rekayasa Pantai untuk Ketangguhan Wilayah Pesisir

Guest Lecture TDMRC

Banda Aceh – Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Coastal Engineering Applications for Erosion Prevention and Construction” pada 7 Mei 2024. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini merupakan bagian dari program EQUITY/World Class University (WCU) bekerja sama dengan Departemen Teknik Sipil USK dan Perkumpulan Ahli Rekayasa Pantai Indonesia (PARPI), sekaligus menjadi rangkaian peringatan 20 tahun Tsunami Aceh.

Kuliah tamu ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Prof. Alison Raby dari University of Plymouth, Inggris, serta Prof. Dr. Ir. Ella Meilianda, S.T., M.T dari TDMRC, Departemen Teknik Sipil USK, dan MIK USK.

Acara dimoderatori oleh Prof. Sylvia Agustina, S.T., MUP, sementara sambutan pembuka disampaikan oleh Direktur TDMRC USK, Prof. Syamsidik, S.T., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya topik yang dibahas, khususnya dalam menjawab tantangan abrasi dan erosi pantai yang masih dihadapi wilayah pesisir Aceh.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik, praktisi, dan pembuat kebijakan menjadi sangat penting dalam mendorong pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Prof. Alison Raby menjelaskan sejarah panjang maritim Kota Plymouth sejak tahun 1600-an serta praktik penerapan breakwater dan strategi integrated coastal zone management yang saat ini diterapkan di Inggris. Pendekatan tersebut terbukti mampu melindungi masyarakat pesisir sekaligus menjaga keseimbangan ekologi kawasan pantai.

Sementara itu, Prof. Ella Meilianda membahas dampak besar bencana alam terhadap infrastruktur pesisir di Aceh. Ia menyoroti berbagai inovasi pemulihan pascabencana, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel terapung setelah tsunami 2004, serta tantangan penurunan muka tanah pascagempa Simeulue tahun 2005.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa rekayasa pantai tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi mitigasi bencana dan adaptasi perubahan lingkungan di kawasan pesisir.

Kuliah tamu ini juga menegaskan pentingnya pertukaran pengetahuan dan kerja sama internasional dalam memperkuat ketangguhan wilayah pesisir terhadap ancaman bencana.

Kolaborasi Magister Ilmu Kebencanaan USK bersama TDMRC melalui kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru, memperkuat kapasitas akademik, serta meningkatkan kesadaran bersama dalam membangun masa depan masyarakat pesisir yang lebih tangguh dan berkelanjutan.