
Banda Aceh — Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) turut berpartisipasi dalam Seminar Series ke-37 yang diselenggarakan oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK melalui Divisi Krisis Kesehatan Pandemi dan Kesiapsiagaan Masyarakat. Kegiatan ini mengangkat tema “Basic Life Support (BLS) Training: Everyone Can Save a Life” dan dilaksanakan di Auditorium Dr. Ir. M. Ridha pada Jumat, 21 November 2025, dengan peserta yang berasal dari staf internal TDMRC dan USK.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur TDMRC USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan kemampuan merespons kondisi darurat sejak dini merupakan kapasitas penting, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, terutama di keluarga dan masyarakat luas.
Menurut beliau, kemampuan memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat dapat menjadi faktor penentu keselamatan korban dalam situasi kegawatdaruratan medis sebelum tenaga kesehatan profesional tiba di lokasi.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons atas pentingnya penanganan pada menit-menit pertama kejadian yang mengancam nyawa, seperti henti napas maupun henti jantung. Tindakan awal yang tepat sebelum layanan medis lanjutan datang dapat meningkatkan peluang keselamatan pasien secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan dasar serta keterampilan praktis pertolongan pertama bagi tenaga nonmedis di lingkungan USK.
Seminar Series ke-37 menghadirkan sesi materi teoritis dan praktik langsung yang dipandu oleh para instruktur berkompeten, di antaranya:
- Bantuan Hidup Dasar (BLS) dan Resusitasi Jantung Paru (CPR)
Disampaikan oleh Dr. dr. Ichsan, M.Sc., SpKKLP., Subsp.FOMC. Materi ini membahas konsep dasar BLS/CPR sebagai intervensi penyelamatan jiwa pada kasus henti jantung dan henti napas, termasuk penilaian awal korban, kompresi dada, dan bantuan napas sesuai prosedur standar. - Manajemen Jalan Napas
Dipaparkan oleh Dr. Ns. Budi Satria, S.Kep., MNS. Sesi ini menekankan pengenalan sumbatan jalan napas, tanda-tanda tersedak, serta teknik pertolongan bagi korban sadar maupun tidak sadar, termasuk penyesuaian pada kelompok khusus. - Manajemen Sistem Sirkulasi dan Syok
Disampaikan oleh Ns. Rachmalia, S.Kep., MNS. Materi ini membahas gangguan sirkulasi, jenis-jenis syok yang dapat terjadi di lapangan, gejala klinis, serta prinsip penanganan awal yang aman sebelum korban mendapatkan bantuan medis lanjutan. - Praktik Tindakan Pertolongan Pertama
Sesi simulasi dan praktik dipandu oleh dr. RM. Agung Pranata Kusuma Atmaja, M.Biomed dan Dr. Ns. Budi Satria, S.Kep., MNS. Peserta melakukan latihan secara langsung mengikuti urutan airway–breathing–circulation (ABC), termasuk penanganan tersedak, CPR, dan respons awal terhadap syok maupun cedera.
Bagi Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan USK, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesiapsiagaan bencana, khususnya pada aspek kesehatan darurat dan respons cepat. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama merupakan kompetensi strategis yang relevan bagi mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun praktisi kebencanaan.







