
Banda Aceh – Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan seminar ke-25 Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) dengan tema “Environmental Management and Adaptation Strategies to Climate Change from the Perspective of Local Knowledge on Disasters and Regional Zoning”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu secara daring melalui Zoom Meeting dan luring di Auditorium lantai 3 TDMRC USK.
Seminar ini diselenggarakan oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-27. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi nasional dan internasional, yaitu:
- Lisa Hiwasaki dari University of Rhode Island, Amerika Serikat
- Steve Dery dari Laval University, Kanada
- Farhan Muhammad Uzair, B.HSc., M.A. dari Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST)
- Rina Suryani Oktari dari Sekolah Pascasarjana Ilmu Kebencanaan USK
- Nur Fadli dari Fakultas Kelautan dan Perikanan USK
- Prof. Anawat Suppasri dari IRIDeS, Tohoku University, Jepang
Diskusi dalam seminar ini dipandu oleh moderator:
- Rizanna Rosemary, Ph.D dari TDMRC USK
- Alfi Rahman, Ph.D dari TDMRC USK

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak, diperlukan strategi adaptasi yang tidak hanya mampu mengurangi dampak negatif, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan kehidupan masyarakat. Dalam sesi seminar ini, Prof. Lisa Hiwasaki, Dr. Rina Suryani Oktari, dan Farhan Muhammad Uzair berbagi pandangan terkait pentingnya integrasi pengetahuan lokal dalam strategi adaptasi perubahan iklim. Topik ini menjadi sangat relevan mengingat masih terbatasnya dokumentasi tertulis mengenai pengetahuan lokal, khususnya yang berkaitan dengan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas kebencanaan, TDMRC yang didirikan pada tahun 2006 terus berkontribusi dalam proses pembelajaran global pascabencana, khususnya setelah rekonstruksi dan rehabilitasi besar akibat tsunami Samudra Hindia 2004. Melalui kegiatan seminar ini, Magister Ilmu Kebencanaan USK bersama TDMRC juga berupaya memperkuat ketahanan regional terhadap bencana melalui penyediaan bukti berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
TDMRC merupakan salah satu pusat unggulan (center of excellence) di lingkungan USK. Momentum seminar ini juga menjadi bagian penting dalam memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-27, sekaligus menegaskan komitmen akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kebencanaan.







