Magister Ilmu Kebencanaan USK Berkolaborasi dengan TDMRC dalam Program Internasional Young Pro–DRR 2022

Banda Aceh – Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK dalam pelaksanaan program internasional Young Pro–DRR 2022, yang berlangsung pada 17–20 Januari 2023 di Gedung TDMRC USK, Banda Aceh. Kegiatan ini memberikan pelatihan komunikasi sains kepada 40 peneliti muda kebencanaan dari Indonesia dan Jepang.

Program Young Pro–DRR 2022 merupakan pelatihan internasional yang mendapat dukungan dari UNESCO dan The Japanese Fund-in-Trust, dengan mengangkat tema “Science Communication Strategies in Disaster Risk Reduction (Tsunami)”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam mengomunikasikan ilmu pengetahuan untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana.

Ketua panitia kegiatan, Haekal A. Haridhi, Ph.D, menjelaskan bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada strategi komunikasi sains sebagai bagian penting dari mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

“Pelatihan ini berfokus pada bagaimana ilmu pengetahuan dapat disampaikan secara efektif guna mendukung pengurangan risiko bencana,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh lima modul utama, yaitu mitigasi tsunami, manajemen pengetahuan kebencanaan, proyek inovatif, serta strategi komunikasi sains melalui berbagai media dan saluran informasi.

Seluruh materi disampaikan oleh narasumber yang merupakan peneliti dan profesor terkemuka dari Indonesia, Jepang, dan Argentina yang memiliki keahlian di bidang kebencanaan.

Peserta program berasal dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, lulusan baru, kurator museum, aktivis kebencanaan, dan profesi lainnya. Mereka merupakan peserta terpilih dari total 108 pendaftar, dengan hanya 40 peserta yang dinyatakan lolos seleksi.

Dosen pengajar di MIK sekaligus Direktur TDMRC USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Magister Ilmu Kebencanaan dan TDMRC ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda yang mampu melanjutkan agenda pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.

Menurutnya, TDMRC USK bersama Magister Ilmu Kebencanaan selama ini terus mendorong penguatan kapasitas melalui berbagai program, seperti pengembangan pendidikan kebencanaan, pembentukan Fasilitator Ketangguhan Bencana (FASTANA), serta kegiatan edukasi di sekolah dan masyarakat.

“Kami terus berupaya memastikan upaya pengurangan risiko bencana dapat berkelanjutan, salah satunya dengan memberdayakan generasi muda yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si yang juga merupakan dosen pengajar di MIK, dalam sambutannya saat penutupan kegiatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pengurangan risiko bencana melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan para peneliti muda dalam kegiatan ini. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat pengurangan risiko bencana di Aceh dan kawasan Samudra Hindia,” ujarnya.

Pada tahap berikutnya, UNESCO dan TDMRC USK akan menyeleksi para peserta untuk mengikuti kompetisi Young Professional Champion in Disaster Risk Reduction (Young Pro DRR 2022). Kompetisi ini akan memilih tiga peserta terbaik yang berhak menerima penghargaan dari UNESCO, TDMRC USK, dan The Japanese Fund-in-Trust.