Mahasiswa MIK USK Tampilkan Musikalisasi Nandong Smong dan Pameran Diseminasi Riset Kebencanaan pada HKB 2026

Banda Aceh – Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK) berpartisipasi dalam rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Banda Aceh dengan menampilkan musikalisasi puisi Nandong Smong di kawasan Car Free Day Kantor DPRA, Minggu 26 April 2026.

Penampilan ini menjadi bagian dari kegiatan pameran kebencanaan yang menampilkan berbagai hasil riset dan teknologi mitigasi bencana kepada masyarakat. Di tengah pameran tersebut, mahasiswa MIK USK menghadirkan pendekatan berbasis budaya melalui seni musikalisasi sebagai media edukasi kebencanaan.

Smong merupakan kearifan lokal masyarakat Simeulue yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini tradisional. Tradisi ini berkembang pascatsunami 1907 dan berisi pengetahuan tentang tanda-tanda alam, seperti gempa kuat dan surutnya air laut secara tiba-tiba. Pengetahuan tersebut diwariskan melalui syair dan nyanyian (nandong) yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Dalam HKB 2026, MIK USK juga berkolaborasi bersama Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, program FASTANA TDMRC, serta Program Doktor Ilmu Kebencanaan (DIB) USK dalam diseminasi riset kebencanaan kepada masyarakat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pameran yang memperkenalkan berbagai fasilitas dan hasil penelitian kebencanaan.

Koordinator Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan USK, Dr. Ir. Yunita Idris, S.T., M.Eng.Structure, menyampaikan bahwa penyampaian pesan kebencanaan perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan tidak hanya melalui teknologi, tetapi juga dapat dilakukan melalui media budaya yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Program Studi MIK USK terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan melalui pendekatan multidisiplin, yang mencakup aspek sosial, budaya, kebijakan, dan teknologi. Melalui partisipasi dalam HKB 2026, MIK USK menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana melalui edukasi yang aplikatif dan mudah dipahami.